Leonardo da Vinci : Kisah Sang Masterpiece Yang Meninggalkan Kontroversi

View previous topic View next topic Go down

Leonardo da Vinci : Kisah Sang Masterpiece Yang Meninggalkan Kontroversi

Post by shinken no ryu on 4th August 2010, 10:11 am

Leonardo da Vinci tercatat hidupnya selama 15 April 1452 – 2 Mei 1519
adalah seorang arsitek, musisi, penulis, pematung, dan pelukis
Renaisans Italia. Beliau digambarkan sebagai arketipe “manusia
renaisans” dan sebagai jenius universal.

Leonardo terkenal karena lukisannya yang piawai, seperti Jamuan Terakhir dan Mona Lisa.
Ia juga dikenal karena mendesain banyak ciptaan yang mengantisipasi
teknologi modern tetapi jarang dibuat semasa hidupnya, sebagai contoh
ide-idenya tentang tank dan mobil yang dituangkannya lewat
gambar-gambar dwiwarna. Selain itu, ia juga turut memajukan ilmu
anatomi, astronomi, dan teknik sipil bahkan juga tentang kuliner.

Lukisan Wajah Asli Da Vinci



Sebuah lukisan minyak berukuran 24'' X 17" dengan
gambar Leonardo da Vinci ditemukan di arsip dan koleksi lukisan
keluarga Aristokrat di Acerenza, kota kecil dekat Potenza, wilayah
Basilicata, Selatan Italia. Lukisan tersebut awalnya dikira Galileo
Galilei, yang ditampilkan tiga perempat badan dengan mengenakan topi
berbulu.
Seorang Ahli Sejarah Abad
Pertengahan, Nicola Barbatelli yang menemukan lukisan tersebut
mengatakan walaupun Leonardo berasal dari Vinci di Tuscanby dan
berkerja di Florence dan Milan, dia diketahui pernah mengunjungi
Basilicata.




Meskipun merupakan potret
pribadi, namun terdapat tanda yang tertulis "pinxit Mea" dibalik
lukisan tersebut." Kita tahu Leonardo memiliki keterikatan dengan
keluarga Segnis yang tinggal di Florence," ujar Barbatelli seperti
yang diberitakan Telegraph. Dia menambahkan, ketika pertama kali
melihat lukisan, dirinya yakin itu bukan Galileo, karena berdasarkan
postur, gaya, dan teknik yang digunakan mengingatkan pada lukisan
Leonardo di Uffizi.
Alessandro Vezzosi,
Direktur Museum Leonardo Da Vinci mengatakan lukisan yang diklaim
dibuat ketika zaman pencerahan di Eropa merupakan lukisan asli bukan
tiruan. Hasil investigasi yang dilakukan Vezzosi juga menemukan bahwa
lukisan tersebut dibuat oleh Cristofano dell'Altisimo, yang melukis
potret da Vinci di Galeri bernama Uffizi di Florence.



Sejauh ini, hanya ada satu potret Da Vinci yang diketahui asli, lukisan
kapur merah yang dibuat tahun 1512, kini lukisan tersebut berada di
perpustakaan negara "Biblioteca Reale" di Turin, Italia Utara. Dalam
situs museum, Professor Vezzosi mengatakan, keberadaan lukisan tersebut
menjadi sangat penting karena merupakan salah satu elemen yang dapat
membantu untuk mengetahui seperti apa Leonardo da Vinci.

Latar Belakang

Leonardo lahir pada tahun 1452 di kota Vinci, propinsi Firenze, Italia
anak dari Ser Piero Da Vinci dan Caterina, jadi nama lengkapnya yaitu Leonardo di Ser Piero da Vinci yang berarti Leonardo putra Ser Piero asal kota Vinci.

Pada tahun 1476 tertuduh dengan kasus homoseksual dengan seorang model
laki-laki berusia belasan tahun yang bernama Jacopo Saltarelli.
Sehingga beberapa tahun itu Leonardo selalu berada di bawah pengawasan
yang berwenang .

Mahakaryanya, Jamuan Terakhir(The Last Supper) pada tahun 1495 sampai
tahun 1497 yang dilukis pada dinding biara Santa Maria di Milan, kini
telah rusak akibat dimakan waktu. Lukisan terkenal lainnya adalah Mona
Lisa yang kini terdapat di musium Louvre Paris. Sebuah spekulasi yang
beredar tentang siapa sesungguhnya Mona Lisa antara lain menyatakan
bahwa citra perempuan tersebut merupakan hasil rekaan wajah Da Vinci
sendiri. Spekulasi yang lain menyatakan bahwa perempuan tersebut memang
pernah ada, seorang istri pedagang.





Leonardo da Vinci wafat di Clos Lucé, Perancis pada tanggal 2 Mei 1519,
dan dimakamkan di Kapel St. Hubert di kastel Amboise, Perancis.

Setelah wafatnya, sangat kuat ditengarai bahwa beliau pernah memegang
peranan sebagai orang terkuat di sebuah organisasi rahasia bernama
Priory of Sion yang berlaskarkan Knights Templar.

Banyak fakta mengarahkan pada suatu dugaan bahwa Priory of Sion
merupakan sebuah organisasi yang menjaga ketat-ketat rahasia sejarah
kristiani menurut versi yang berbeda dari kitab Injil yang beredar di
masyarakat. Yang dirahasiakan adalah mengenai siapa mesias yang
sesungguhnya dan kemungkinan Yesus tidak menjalankan hukum selibat.
Dalam versi yang sempat menimbulkan kontroversi ini diyakini bahwa
Mesias yang sesungguhnya adalah Santo Yohanes Pembaptis, hal tersebut
tersirat dari kekerapan Da Vinci melukis Sang Santo dalam posisi
telunjuk menuding ke atas sebagai simbolisasi ‘Putra Allah’.






Kegeniusan Leonardo terlihat dari banyaknya bidang yang ia kuasai. Ia
adalah pelukis, pematung, penemu, peneliti, ahli per­me­sin­an, ahli
anatomi, matematika, ahli tumbuh-tumbuhan dan binatang, optik,
aerodinamik, bahkan pemusik handal. Ia belajar tanpa ada batasnya.
Tentu saja ini tidak berat karena ia tidak bekerja keras, ia hanya
“bersenang-senang”. Untuk melukis manusia, ia secara khusus
mem­pelajari anatomi tubuh manusia.




Leonardo mungkin adalah pem­belajar paling gila. Saat mempelajari
anatomi, ia suka pergi malam-malam, membongkar kuburan, dan mengambil
mayat orang tidak dikenal yang sudah hampir busuk dan mem­bedahnya.
Kadang ia melakukannya di rumah sakit yang memberinya izin. Ia
benar-benar ingin tahu mengapa tubuh manusia berbentuk seperti itu.
Dengan begitu, ia bisa makin detail dalam membuat lukisannya.

“I have offended God and mankind
because my work didn’t reach the quality it should have.”

Leonardo da Vinci

MASTERPIECE
Leonardo tidak ingin membuat sebuah karya, tetapi ia ingin menciptakan
sebuah Mahakarya, A Masterpiece. Sebuah karya seni dengan komposisi
warna-warni yang begitu indah dengan detail yang nyaris sempurna
seperti aslinya, sehingga semua yang melihatnya akan terpesona dan
tersentuh hatinya. Tapi itu bukan yang utama..

Karyanya adalah persembahannya yang setinggi-tingginya kepada Tuhan.
Leonardo ingin membuat karya yang begitu indahnya, sehingga bahkan
Tuhanpun akan senang hati melihatnya. Sepanjang hidupnya tidak kurang
30 mayat yang ia bedah dan pelajari. Memang menjijikkan, tetapi jijik
pun sebenarnya bukan masalah yang besar dan penting diban­ding­kan
keagungan karyanya dan juga kemajuan ilmu anatomi manusia.

Sejak kecil, ia suka membaca di perpustakaan milik ayahnya di Florence.
Saat dewasa, Leonardo mampu memiliki perpustakaan sendiri dengan banyak
koleksi buku termasuk dari Dante dan Petrarch. Subjeknya juga beragam
mulai dari matematika, anatomi, pengobatan, hingga buku-buku tentang
peperangan. Dari sana pengetahuannya jadi makin luas dan tajam.
Leonardo juga seorang visioner. Ia misalnya telah membayangkan mesin
terbang seperti helikopter, kendaraan dengan pelindung besi (seperti
tank), atau kapal yang bisa bergerak di bawah laut. Ia bahkan mendesain
manusia mekanik yang dikenal sebagai Robot Leonardo, rancangan “robot”
yang sering dianggap robot pertama dalam sejarah.

Rahasia Lukisan Monalisa

Akan tetapi, karya terbesarnya tentu saja adalah Monalisa. Lukisan
wanita cantik ini merupakan puncak dari segala ilmunya tentang
pewarnaan, cahaya, perspektif, dan tidak lupa anatomi tubuh manusia.

Pada lukisan itu, ia menggunakan teknik melukis yang sangat tinggi dan
sulit ditiru, sfumato, sebuah teknik yang membuat lukisan terlihat
seperti berkabut, tidak fokus, dengan transisi antar-warna yang luar
biasa lembut dan halus. Monalisa terlihat begitu hidup, bahkan
senyumannya pun mengundang penasaran dari semua orang yang melihatnya
hingga sekarang.

Mengapa Monalisa tersenyum? Mengapa ia terlihat begitu bahagia?




Para ilmuwan telah menemukan misteri lain dari lukisan Mona Lisa yaitu
dengan menentukan bagaimana Leonardo Da Vinci melukis kulitnya dengan
sempurna.
Dengan menggunakan teknik X-ray, tim "mengupas" lapisan lukisan yang
terkenal itu untuk melihat bagaimana master pelukis Italia itu lulus
membuatnya sehingga hampir tidak kelihatan perubahan warna dari terang
ke gelap.
Teknik yang digunakan oleh Da Vinci dan beberapa pelukis Renaisans
lainnya untuk mencapai kehalusan ini disebut "Sfumato," dengan
penguraian seperti itu memungkinkan para ilmuwan untuk menentukan
komposisi dan ketebalan lapisan cat.
Philippe Walter, seorang ilmuwan senior di du Laboratoire , Paris
Centre de halus et de Restorasi des Musees de France, mengatakan kepada
CNN: "Ini akan membantu kita untuk memahami bagaimana Da Vinci membuat
bahan lukisannya dan perbandingan campuran minyak yang dicampur dengan
pigmen, sifat dari bahan organik, yang akan membantu para sejarawan
seni. "

Walter dan rekan-rekannya menggunakan X-ray fluorescence (XRF)
spektrometri untuk menentukan komposisi dan ketebalan setiap lapisan
cat dari lukisan Mona Lisa di Museum Louvre di Paris, lukisan yang
dilindungi oleh antipeluru itu. Seni sejarawan percaya lukisan itu
dilukis oleh Da Vinci di tahun 1503.

Mereka menemukan ada beberapa lapisan tipis, satu atau dua mikrometer
dan bahwa peningkatan ketebalan lapisan untuk 3-40 mikrometer di
bagian-bagian yang lebih gelap dari lukisan itu. mikrometer adalah 1 /
1000 dari satu milimeter.

Hal ini menandai adanya satu teknik lukisan yang menggunakan lapisan
es, memiliki lapisan yang sangat tipis , untuk membangun bayangan di
wajah.

Cara Da Vinci melukis tubuhnya, "transisi melunak nya," adalah
pekerjaan perintis di Italia pada akhir abad ke-15, mengatakan para
peneliti, dan dikaitkan dengan kreativitas dan penelitian untuk
memperoleh formulasi cat baru.

Walter mengatakan "hampir tidak sapuan kuas pada lukisan Mona Lisa yang kelihatan."

Penelitian yang dilaporkan dalam jurnal Angewandte Chemie, juga melihat
beberapa lukisan Da Vinci lainnya dan akhirnya dapat membantu untuk
menentukan kapan dan bagaimana ia melukis beberapa karya nya.

Namun, Walter, menambahkan: "Masih banyak misteri seputar Mona Lisa ini
yang tidak kami mengerti mengapa ia melukis, tentang motivasinya, hanya
tentang materi.."






Virgin of the Rocks





Pemugaran lukisan berjudul "Virgin of the Rocks" berhasil mengungkapkan
detail-detail yang selama ini sulit untuk dilihat secara kasat mata.
Pemugaran itu juga menunjukkan bahwa lukisan tersebut dibuat sendiri
oleh sang maestro, Leonardo da Vinci, tanpa bantuan asistennya, seperti
yang sering diduga.

Demikian menurut pengelola museum National Gallery di London, Inggris,
Rabu 14 Juli 2010. Museum itu mengerahkan tim untuk memugar lukisan
Virgin of the Rocks, yang membutuhkan waktu selama 18 bulan.

Pemugaran itu diantaranya membersihkan lapisan pernis pada lukisan yang
kualitasnya sudah jauh menurun sejak terakhir dipugar di penghujung
dekade 1940-an sehingga membuat lukisan terlihat buram.

Pembersihan pernis lama tersebut memungkinkan para pakar untuk melihat
lebih dekat goresan-goresan asli da Vinci melalui kuas. Pembersihan itu
mengungkapkan gaya melukis da Vinci, terutama di bagian-bagian yang
gelap. Ini memberi kesan bahwa da Vinci membuat goresan-goresan yang
khas pada gambar bebatuan.

Restorasi itu juga menegaskan bahwa da Vinci tampaknya melukis sendirian dan sengaja membuatnya tidak selesai.

Proyek pemugaran menunjukkan adanya bekas sketsa tangan pada gambar
malaikat hingga gambar kepala tokoh-tokoh utama di lukisan itu. Ini
konsisten dengan karya-karya da Vinci lainnya.

Dikenal sebagai "perfeksionis sejati," da Vinci diduga meninggalkan
lukisan itu dalam keadaan belum selesai karena saat itu dia berharap
bisa menyelesaikannya di lain waktu. Demikian ungkap juru bicara
museum, Thomas Almeroth-Williams.

Di masa lampau, para cendekia yakin bahwa da Vinci dibantu oleh
sejumlah asisten saat mengerjakan Virgin of the Rocks. Ini berdasarkan
asumsi adanya guratan-guratan yang terlihat berbeda.

Lukisan itu diduga dibuat antara 1491 hingga 1508. Pada 2005,
menggunakan teknologi infra merah, para pakar menemukan dua bentuk
sketsa yang tersembunyi di bawah permukaan lukisan. Bentuk yang satu
tidak pernah dilukis, sedangkan yang lain mengungkapkan bahwa da Vinci
berulang kali berubah pikiran atas subyek yang ingin dia gambar.






Da Vinci Code



The Da Vinci Code
adalah sebuah novel karangan Dan Brown seorang
penulis Amerika dan diterbitkan pada 2003 oleh Doubleday Fiction . Buku
ini adalah salah satu buku terlaris di dunia dengan 36 juta eksemplar
(hingga Agustus 2005) dan telah diterjemahkan ke dalam 44 bahasa,
termasuk Indonesia. Di Indonesia diterbitkan oleh penerbit Serambi Ilmu
Semesta pada tahun 2004.

Menggabungkan gaya detektif, thriller dan teori
konspirasi, novel ini telah membantu mempopulerkan perhatian terhadap
sebuah teori-teori tentang legenda Piala Suci (Holy Grail) dan peran
Maria Magdalena dalam sejarah Kristen - teori-teori yang oleh Kristen
dipertimbangkan sebagai ajaran sesat
dan telah dikritik sebagai sejarah yang tidak akurat.

Buku ini adalah
bagian kedua dari trilogi yang dimulai Dan Brown dengan novel Malaikat dan Iblis (Angels and Demons)
pada tahun 2000, di mana diperkenalkan karakter Robert Langdon. Pada
November 2004, Random House menerbitkan "Edisi Spesial Ilustrasi",
dengan 160 ilustrasi yang berselingan dengan teks.
Buku ini dibuka dengan pengakuan Dan Brown bahwa "Semua deskripsi
karya seni, arsitektur, dokumen, dan ritus rahasia dalam novel ini
adalah akurat," walaupun klaim ini diperdebatkan oleh para sarjana
akademisi dalam diskusi-diskusi.

Dalam buku fiksi Dan Brown yang sangat terkenal, “The Da Vinci Code”
(2003), lukisan The Last Supper, dikatakan mengandung misteri terbesar
dalam sejarah umat Kristen yang dijaga ketat, bahkan dengan nyawa para
pelindungnya selama beribu-ribu tahun .
Leonardo banyak
menghasilkan karya seni dan berbagai desain yang menakjubkan lainnya
sebelum meninggal pada 2 Mei 1519. Hingga sekarang, bahkan Einstein dan
Isaac Newton pun dianggap tidak sanggup menyamai kegeniusan Leonardo da
Vinci.
Kisah tentang sang Masterpiece tentunya tak ada habis-habisnya jika
kita bahas. Kejeniusannya beliau sehingga beliau termasuk aliran High
Renaissance. Artikel yang saya buat kali ini mungkin tidak akan jauh
berbeda dengan artikel-artikel yang lain yan menulis tentang Da Vinci
sendiri. Anggap saja ini adalah rangkuman dari kisah beliau sebagai bentuk kekaguman saya terhadap beliau ...


Source: ( wikipedia.org , Associated Press )

shinken no ryu
Admin
Admin

Posts : 39
Location : da Globe

View user profile

Back to top Go down

Re: Leonardo da Vinci : Kisah Sang Masterpiece Yang Meninggalkan Kontroversi

Post by Area 17+ on 5th August 2010, 9:14 pm

emang toop leonardo davinci :mantap:

nice info min

Area 17+
Senior Member
Senior Member

Posts : 50

View user profile

Back to top Go down

Re: Leonardo da Vinci : Kisah Sang Masterpiece Yang Meninggalkan Kontroversi

Post by raul_aditama on 6th August 2010, 1:15 pm

nice info bro

_________________

raul_aditama
advance Member
advance Member

Posts : 304
Age : 26
Location : Bandung

View user profile

Back to top Go down

Re: Leonardo da Vinci : Kisah Sang Masterpiece Yang Meninggalkan Kontroversi

Post by Jolly.Roger on 7th August 2010, 10:53 am

:niceinfo: The Last Supper juga ada kodenya gan

Jolly.Roger
Experience Member
Experience Member

Posts : 102
Age : 21
Location : Bandung

View user profile

Back to top Go down

Re: Leonardo da Vinci : Kisah Sang Masterpiece Yang Meninggalkan Kontroversi

Post by tomo on 7th August 2010, 5:36 pm

ini orang emang hebat ndan.. belom ada yg bisa nyaingi

_________________
AD maiorem Dei Gloriam

Jangan lupa COMEN, THANKS DAN POSITIP VOTE (+)

tomo
Experience Board Member
Experience Board Member

Posts : 190
Age : 23
Location : Antara rumahku dan rumah dia

View user profile

Back to top Go down

Re: Leonardo da Vinci : Kisah Sang Masterpiece Yang Meninggalkan Kontroversi

Post by Sponsored content Today at 7:20 am


Sponsored content


Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum