all about JABAR KITA (visi&misi)

View previous topic View next topic Go down

all about JABAR KITA (visi&misi)

Post by darenas on 4th August 2010, 10:10 pm

JABAR KITA

JABAR KITA via wiki:
Jawa Barat adalah sebuah provinsi di Indonesia. Ibu kotanya berada di Kota Bandung.
Perkembangan Sejarah menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Barat merupakan
Provinsi yang pertama dibentuk di wilayah Indonesia (staatblad Nomor :
378). Provinsi Jawa Barat dibentuk berdasarkan UU No.11 Tahun 1950,
tentang Pembentukan Provinsi Jawa Barat. Jawa Barat merupakan provinsi
dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Bagian barat laut
provinsi Jawa Barat berbatasan langsung dengan Daerah Khusus Ibukota Jakarta, ibu kota negara Indonesia. Pada tahun 2000, Provinsi Jawa Barat dimekarkan dengan berdirinya Provinsi Banten, yang berada di bagian barat. Saat ini terdapat wacana untuk mengubah nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Pasundan, dengan memperhatikan aspek historis wilayah ini.

sejarah
Temuan arkeologi tnghuni Jawa Barat ditemukan di Anyer dengan
ditemukannya budaya logam perunggu dan besi dari sebelum milenium
pertama. Gerabah tanah liat prasejarah zaman Buni (Bekasi kuno) dapat
ditemukan merentang dari Anyer sampai Cirebon.[rujukan?]
Jawa Barat pada abad ke-5 merupakan bagian dari Kerajaan Tarumanagara.[rujukan?] Prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanagara
banyak tersebar di Jawa Barat. Ada tujuh prasasti yang ditulis dalam
aksara Wengi (yang digunkan dalam masa Palawa India) dan bahasa
Sansakerta yang sebagian besar menceritakan para raja Tarumanagara.[rujukan?]
Setelah runtuhnya kerajaan Tarumanagara, kekuasaan di bagian barat Pulau Jawa dari Ujung Kulon sampai Kali Serayu dilanjutkan oleh Kerajaan Sunda[rujukan?].
Salah satu prasasti dari zaman Kerajaan Sunda adalah prasasti Kebon
Kopi II yang berasal dari tahun 932. Kerajaan sunda beribukota di Pakuan
Pajajaran (sekarang kota Bogor).[rujukan?]
Pada abad ke-16, Kesultanan Demak tumbuh menjadi saingan ekonomi dan politik Kerajaan Sunda. Pelabuhan Cerbon (kelak menjadi Kota Cirebon) lepas dari Kerajaan Sunda karena pengaruh Kesultanan Demak. Pelabuhan ini kemudian tumbuh menjadi Kesultanan Cirebon yang memisahkan diri dari Kerajaan Sunda. Pelabuhan Banten juga lepas ke tangan Kesultanan Cirebon dan kemudian tumbuh menjadi Kesultanan Banten.
Untuk menghadapi ancaman ini, Sri Baduga Maharaja, raja Sunda saat itu, meminta putranya, Surawisesa untuk membuat perjanjian pertahanan keamanan dengan orang Portugis di Malaka untuk mencegah jatuhnya pelabuhan utama, yaitu Sunda Kalapa, kepada Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Demak. Pada saat Surawisesa
menjadi raja Sunda, dengan gelar Prabu Surawisesa Jayaperkosa,
dibuatlah perjanjian pertahanan keamanan Sunda-Portugis, yang ditandai
dengan Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal,
ditandatangani dalam tahun 1512. Sebagai imbalannya, Portugis diberi
akses untuk membangun benteng dan gudang di Sunda Kalapa serta akses
untuk perdagangan di sana. Untuk merealisasikan perjanjian pertahanan
keamanan tersebut, pada tahun 1522 didirikan suatu monumen batu yang
disebut padrão di tepi Ci Liwung.
Meskipun perjanjian pertahanan keamanan dengan Portugis telah dibuat,
pelaksanaannya tidak dapat terwujud karena pada tahun 1527 pasukan
aliansi Cirebon - Demak, dibawah pimpinan Fatahilah atau Paletehan,
menyerang dan menaklukkan pelabuhan Sunda Kalapa. Perang antara Kerajaan
Sunda dan aliansi Cirebon - Demak berlangsung lima tahun sampai
akhirnya pada tahun 1531 dibuat suatu perjanjian damai antara Prabu
Surawisesa dengan Sunan Gunung Jati dari Kesultanan Cirebon.
Dari tahun 1567 sampai 1579, dibawah pimpinan Raja Mulya, alias Prabu
Surya Kencana, Kerajaan Sunda mengalami kemunduran besar dibawah
tekanan Kesultanan Banten. Setelah tahun 1576, kerajaan Sunda tidak
dapat mempertahankan Pakuan Pajajaran, ibu kota Kerajaan Sunda, dan
akhirnya jatuh ke tangan Kesultanan Banten. Zaman pemerintahan
Kesultanan Banten, wilayah Priangan (Jawa Barat bagian tenggara) jatuh
ke tangan Kesultanan Mataram.
Jawa Barat sebagai pengertian administratif mulai digunakan pada tahun 1925 ketika Pemerintah Hindia Belanda membentuk Provinsi Jawa Barat. Pembentukan provinsi itu sebagai pelaksanaan Bestuurshervormingwet tahun 1922, yang membagi Hindia Belanda atas kesatuan-kesatuan daerah provinsi. Sebelum tahun 1925, digunakan istilah Soendalanden (Tatar Soenda) atau Pasoendan, sebagai istilah geografi untuk menyebut bagian Pulau Jawa di sebelah barat Sungai Cilosari dan Citanduy yang sebagian besar dihuni oleh penduduk yang menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa ibu.
Pada 17 Agustus 1945, Jawa Barat bergabung menjadi bagian dari Republik Indonesia.
Pada tanggal 27 Desember 1949 Jawa Barat menjadi Negara Pasundan yang merupakan salah satu negara bagian dari Republik Indonesia Serikat
sebagai hasil kesepakatan tiga pihak dalam Konferensi Meja Bundar:
Republik Indonesia, Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO), dan
Belanda. Kesepakatan ini disaksikan juga oleh United Nations Commission
for Indonesia (UNCI) sebagai perwakilan PBB.
Jawa Barat kembali bergabung dengan Republik Indonesia pada tahun 1950.

VISI JABAR

visi:
Visi Jawa Barat

Perubahan paradigma penyelenggaraan pemerintahan dilaksanakan melalui pembaharuan
mekanisme perencanaan pembangunan daerah dengan melibatkan semua komponen
masyarakat dalam setiap tahapan pelaksanaan. Pelibatan potensi masyarakat tersebut
antara lain ditempuh melalui berbagai dialog, seperti Dialog Sunda 2010, Dialog Jawa
Barat 2010, Dialog Rencana Regional Makro, Dialog Rencana Tata Ruang Wilayah,
Dialog Pemberdayaan Ekonomi Rakyat, dan Dialog Delapan Kawasan Andalan yang
diikuti oleh unsur masyarakat, pakar Penguruan Tinggi, dan Birokrat yang memiliki
kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat. Di samping itu dilaksanakan pula forum
koordinasi pembangunan sebagai formulasi baru RAKORBANG dengan nuansa dan
semangat yang baru, serta diawali dari motivasi untuk lebih menyerap aspirasi
Kabupaten/Kota dan masyarakat.
Setelah mengalami proses yang panjang dan telaahan yang mendalam dari berbagai pihak
terkait dalam dialog-dialog interaktif,maka diformulasikan visi Jawa Barat yaitu:
'JAWA BARAT DENGAN IMAN DAN TAKWA SEBAGAI PROVINSI
TERMAJU DI INDONESIA DAN MITRA TERDEPAN IBU KOTA NEGARA
TAHUN 2010'
Pada penetapan visi tersebut didasarkan kepada beberapa pengertian yaitu untuk
mencapai cita-cita Bangsa Indonesia,seluruh lapisan masyarakat Jawa Barat terutama
Penyelenggara Negara, para Elit Politik,para Cendekiawan dan Pemuka Masyarakat,
harus bersatu dan bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa
Barat. Jawa Barat sudah selayaknya berupaya menjadi Provinsi ternaju di Indonesia
mengingat banyaknya potensi baik berskala daerah maupun berskala nasional. Seperti;
potensi industri strategis, potensi perguruan tinggi, dukungan sumber daya alam, faktor
iklim dan budaya gotong royong dan ditunjang oleh kehidupan masyarakat yang agamis.
Pengertian 'termaju' memberi implikasi munculnya ketergantungan provinsi-provinsi lain
kepada Jawa Barat. Sedangkan ketergantungan Provinsi Jawa Barat kepada provinsi lain
diusahakan sekecil mungkin. Provinsi Jawa Barat selama ini dijadikan sebagai penyangga
iIu Kota Negara dengan segala konsekuensinya harus bergeser dan menjadi 'mitra '
terdepan yang dilandasi dengan asas kesetaraan dan kesepahaman dalam arti tidak lagi
terekploitasi segala potensinya.

VISI PEMERINTAHAN JABAR

visi pemerintahan:
VISI PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

Visi Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak terlepas dari visi Jawa Barat yang telah
ditetapkan dengan Perda Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pola Dasar Pembangunan Daerah
Jawa Barat, yaitu "Jawa Barat Dengan Iman dan Taqwa Sebagai Provinsi Termaju di
Indonesia dan Mitra Terdepan Ibukota Negara Tahun 2010" Visi tersebut merupakan
hasil dari rangkaian dialog sejak Tahun 1999 sampai akhir Tahun 2000, baik yang
dilaksanakan oleh masyarakat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dengan
demikian upaya pencapaian visi tersebut harus mendapat dukungan dari segenap
komponen masyarakat Jawa Barat.
Landasan penetapan Visi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pengelolaan
pemerintahan di Provinsi Jawa Barat selama Lima Tahun ke depan adalah :
"AKSELERASI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT GUNA
MENDUKUNG
PENCAPAIAN VISI JAWA BARAT 2010"
.

MISI JABAR

misi jabar kita:
MISI JABAR

Untuk mencapai visi yang telah ditetapkan,maka telah dirumuskan beberapa misi dengan
rincian sebagaimana berikut dibawah ini.
Menciptakan situasi kondusif melalui terselenggaranya reformasi politik sehat.
Mendorong berkembangnya masyarakat madani yang dilandasi nilai-nilai agama dan
nilai-nilai luhur budaya daerah ( silih asih, silih asah, silih asuh pikeun ngawujudkeun
masyarakat anu cageur ,bageur, bener, pinter tur singer)
Meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat melalui pemerintahan yang bersih
dan terbuka.
Pemanfaatan potensi sumber daya alam yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Menjadikan Jawa Barat sebagai kawasan yang menarik untuk penanaman modal.
Memberdayakan potensi Lembaga Keuangan untuk mendorong usaha ekonomi
masyarakat.
Memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan IPTEK yang bersumber dari
Perguruan Tinggi serta Lembaga Penelitian Dan Pengembangan.

MISI PEM. PROV JABAR

misi pem prov:

Dalam rangka menjabarkan Visi tersebut ditetapkan Lima Misi/Lima Agenda Pemerintah
Provinsi Jawa Barat :
Pertama
Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Sumber Daya Manusia Jawa Barat
Yang akan diraih terutama melalui upaya peningkatan pendidikan, kualitas kesehatan dan
peningkatan produktivitas masyarakat Jawa Barat.
Kedua
Pengembangan Struktur Perekonomian Regional yang Tangguh.
Hal ini diperlukan untuk mencapai peningkatan dan pemerataan kesejahteraan ekonomi
masyarakat Jawa Barat agar memiliki kemandirian, kemampuan dan daya saing dalam
menghadapi persaingan global serta mengentaskan masyarakat miskin.
Ketiga
Pemantapan Kinerja Pemerintahan Daerah
Termasuk di dalamnya pengelolaan aspek politik, hukum dan HAM. Melalui pemantapan
kinerja ini diharapkan pemerintahan daerah di Jawa Barat dapat menjadi pendorong bagi
peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Keempat
Peningkatan Imptementasi Pembangunan Berkelanjutan
Terutama untuk mengendalikan keseimbangan daya dukung lingkungan dengan jumlah
dan persebaran penduduk serta meningkatkan mitigasi bencana alam.
Kelima
Peningkatan Kualitas Kehidupan Sosial yang Berlandaskan Agama dan Budaya Daerah
Yang harus menjadi landasan utama pembangunan di Jawa Barat, baik dalam
pembangunan SDM, ekonomi, pemerintahan, politik dan hukum, maupun pengelolaan
lingkungan dan tata ruang.

VISI MISI BADAN NARKOTIKA PROVINSI JABAR


visi misi:
Visi BNP

"BNP sebagai pilar utama Jawa Barat bebas penyalahgunaan narkoba tahun 2015"
Misi BNP

  1. Mengkoordinasikan
    instansi pemerintah terkait dan masyarakat yang berhubungan dengan
    ketersediaan, pencegahan, penanggulangan, serta pemberantasan
    penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika, prekursor
    dan zat aditif lainnya;

  2. Melaksanakan
    pengawasan untuk imigrasi/kewarganegaraan, interdiksi untuk darat, laut
    dan udara, penjara/rumah tahanan, pencucian uang, dan pengendalian yang
    berhubungan dengan ketersediaan, pencegahan, penanggulangan dan
    peredaran gelap narkotika, psikotropika, prekursor dan zat aditif
    lainnya;

  3. Melaksanakan
    pencegahan dan penegakkan hukum yang berhubungan dengan penyalahgunaan
    dan peredaran gelap narkotika, psikotropika, prekursor dan zat aditif
    lainnya pada lingkungan komunitas khusus (komplek perumahan TNI, POLRI
    dan Pegawai), perguruan tinggi, stasiun kereta api, pelabuhan laut,
    hotel berbintang, tempat hiburan berskala nasional dan internasional,
    kawasan industri dan perdagangan, serta kawasan perkantoran;

  4. Mendorong
    peran serta masyarakat yang berhubungan dengan pengawasan ketersediaan,
    pencegahan, penanggulangan serta pemberantasan penyalahgunaan dan
    peredaran gelap narkotika, psikotropika, prekursor dan zat aditif
    lainnya;


VISI & MISI BADAN PENGOLAHAN LINGKUNGAN
HIDUP JABAR


VISI MISI:

VISI

Penetapan visi sebagai bagian
dari perencanaan strategis, merupakan suatu langkah penting dalam
perjalanan suatu organisasi. Dalam rangka mendukung Visi Jawa Barat “TERCAPAINYA MASYARAKAT JAWA BARAT MANDIRI, DINAMIS DAN SEJAHTERA
, Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat
sebagai perangkat daerah menetapkan visi yang berkaitan dengan
pengelolaan dan pengendalian, BPLHD Provinsi Jawa Barat menetapkan Visi
yaitu ”MENJADI AGEN PERUBAHAN DALAM SIKAP DAN PRILAKU RAMAH LINGKUNGAN GUNA MENCAPAI PEMBANGUNAN YANG BERKELANJUTAN 2013MISI

Misi
merupakan sesuatu yang harus dilaksanakan agar visi organisasi dapat
tercapai dan berhasil dengan baik. Dengan disusunnya misi diharapkan
seluruh pegawai dan pihak lain yang berkepentingan dapat mengenal
organisasi, mengetahui peran dan program-programnya serta hasil yang
akan diperoleh dimasa yang akan datang. Pada misi ke 4 Pemerintah
Provinsi Jawa Barat (2008-2013) yaitu: MENINGKATKAN DAYA DUKUNG DAN
DAYA TAMPUNG LINGKUNGAN UNTUK PEMBANGUNAN YANG BERKELANJUTAN, yang
bertujuan menciptakan keseimbangan daya dukung dan daya tampung
lingkungan, dengan sasaran 1) terkendalinya pertumbuhan dan persebaran
penduduk; 2) terjaganya kecukupan air baku; 3) berkurangnya tingkat
pencemaran, kerusakan lingkungan, dan resiko bencana; 4) meningkatnya
fungsi kawasan lindung Jabar. Kriteria tersebut merupakan harapan
masyarakat Jawa Barat untuk hidup berkecukupan baik sandang maupun
pangan secara berkelanjutan, hal ini dapat terwujud apabila fungsi
pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan dapat tercipta. Misi
BPLHD Provinsi Jawa Barat yang sedang dan akan kita wujudkan dalam
Program/Kegiatan pada tahun 2008– 2013 yang merupakan penjabaran dari
Misi Jawa Barat pada butir 4 yaitu adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan Kualitas Lingkungan (Air, Udara, dan Tanah).
  2. Menjaga Keselarasan dan Keseimbangan Pemanfaatan SDA Untuk Kesejahteraan Rakyat.
  3. Mengelola Lingkungan Berdasarkan Perkembangan Sains dan Teknologi.
  4. Meningkatkan Kinerja Pengelolaan Lingkungan dunia Usaha dan Industri.
  5. Membangun Kewaspadaan dan Partisipasi Masyarakat yang Responsif.
  6. Membangun Masyarakat Peduli Lingkungan (Green Society).
  7. Meningkatkan Efektifitas Penerapan Peraturan Lingkungan.
  8. Mengembangkan Balaikliring (Clearing House) Lingkungan Hidup.





MENGGAPAI VISI JABAR 2025

gapailah:
Undang-undang No. 17/2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Nasional Tahun 2005-2025 mengamanatkan kepada pemerintah
provinsi dan kabupaten/kota untuk menyusun RPJP (Rencana Pembangunan
Jangka Panjang) Daerah Tahun 2005-2025. RPJP Daerah itulah yang harus
dijadikan pedoman dalam penyusunan RPJM (Rencana Pembangunan Jangka
Menengah) Daerah yang memuat Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah.

Bapeda (Badan Perencanaan Daerah) Provinsi Jawa barat telah menyusun
rancangan RPJP Daerah Provinsi Jawa barat 2005-2025. unutk
menyempurnakan rancangan itu, Bapeda menyelenggarakan diskusi (Selasa
14/8-07) yang melibatkan institusi dan tokoh-tokoh agama, pendidikan,
dan kebudayaan. Penulis, terlibat dalam diskusi pada kelompok yang
menyoroti rancangan tersebut dari aspek kebudayaan.
Penulis mengemukakan beberapa hal, antara lain tentang Visi Jawa
Barat 2025, pelaksanaan pembangunan berwawasan kebudayaan serta
pentingnya pendidikan kebudayaan serta pentingnya pendidikan kebudayaan
daerah (dalam konteks Jawa barat berarti Kebudayaan Sunda) di
sekolah-sekolah. Secara ringkas, pemikiran-pemikiran tentang hal
tersebut penulis kemukakan kembali dalam tulisan singkat ini.
Visi adalah harapan ideal yang ingin dijangkau. Dengan demikian,
tentu boleh-boleh saja visi itu bersifat utopis. Sekalipun begitu, satu
visi tentu harus juga bersifat realistis. Perumusan tentang harapan
ideal pada kurun waktu tertentu, harus bertolak dari kondisi objektif
saat ini serta dayaguna yang kita miliki dalam usaha mencapai harapan
ideal itu. Visi janganlah hanya diposisikan “sekadar” sebagai pernyataan
politis semata-mata, sehingga menjadi bombatis dan terkesan arogan.
Kita perlu bercermin kepada perumusan Visi Jawa barat 2010 (Dengan
Iman dan Taqwa Jawa Barat Menjadi Provinsi Termaju dan Mitra Terdepan
Ibu Kota Negara Tahun 2010). Kurun waktu untuk mewujudkan visi itu hanya
tinggal dua tahun lebih beberapa bulan, sedangkan kita masih berada
pada kondisi yang memprihatinkan. Mendekati dead line yang semakin
dekat, kemiskinan dan pengangguran bukannya berkurang melainkan
cenderung bertambah. Di tahun 2007 sekarang ini, penduduk miskin
mencapai 29,05% dari jumlah populasi 40.737.594 jiwa. Penganggur
mencapai angka 1.898.945 orang atau 10,95% dari jumlah angkatan kerja
17.340.593 orang.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang pada 2010 diharapkan dapat
mencapai angka 80 sebagai persyaratan untuk meraih predikat “provinsi
termaju”’ sekarang ini baru 70,05. berdasarkan perhitungan kondisi
objektif saat ini, IPM 80 baru mungkin akan tercapai 2018. artinya, 2010
nanti, Jawa Barat tidak akan mampu mencapai visi yang dicanangkannya.
Oleh karena itu, rumusan visi Jawa Barat 2025 tentu tidak boleh
mengulangi “kekeliruan” sebagaimana dilakukan dalam merumuskan Visi Jawa
Barat 2010. perlu dicari rumusan yang tidak bombastis dan bersifat
arogan, namun mampu memotivasi aparatur pemerintah daerah serta seluruh
komponen masyarakat Jawa Barat untuk mengoptimalkan kinerja dan peran
sertanya. Visi Jawa barat 2025 tidak perlu dirumuskan dalam kalimat yang
bersifat “menganggap enteng” atau bahkan “menantang lawan” sebagaimana
rumusan Visi Jawa barat 2010. Visi itu bernada begitu yakin bahwa Jawa
Barat akan menjadi “pemenang” dalam pertarungan kemajuan dengan
provinsi-provinsi lain yang menjadi “pesaingnya”. Namun, hasil akhir
yang akan dipweroleh malah mengisyaratkan sebaliknya.
Dalam kurun 2005-2025 itu, terdapat pula periode lima tahunan dalam
sistem kepemimpinan di provinsi Jawa Barat. Mekanisme lima tahunan dalam
pemilihan Gubernur Jawa Barat akan menghasilkan gubenur-gubernur dengan
periode kepemimpinan 2008-2013, 2013-2018, 2018-2023, dan seterusnya.
Tidaklah terlalu sulit bagi gubernur terpilih pada setiap periode, untuk
menyusun program kerja lima tahunnya dengan mengacu kepada RPJPD yang
berkurun waktu 2005-2025, namun tentu akan sangat bermanfaat untuk
mengukur keberhasilan kinerja gubernur-gubernur terpilih pada akhir masa
jabatannya, apabila dalam RPJP Daerah Jawa Barat 2005-2025 ditetapkan
pula secara eksplisit target yang harus dicapai pada kurun waktu lima
tahun kepemimpinan masing-masing.
Sulit untuk mengingkari pendapat bahwa pembangunan yang dilakukan
dalam era reformasi sekarang ini telah menyimpang dari harapan.
Pembangunan sektor demi sektor tidak mengarah kepada tujuannya yang
paling hakiki, yaitu demi kepentingan rakyat. Pembangunan industri tidak
mampu menyerap tenaga kerja, pembangunan pertanian hanya membuat para
pelaku UKM kian terpinggirkan. Bahkan, pembangunan demokrasi yang berada
di baris terdepan dari prosesi pembangunan, hanyalah menghasilkan
demonstran-demontran bayaran yang sama sekali tak mengerti apa-apa
ketika mereka turun ke jalan. Segala aspek kehidupan nyaris kehilangan
etika. Masyarakat cenderung barbar. Mumpung belum terlalu jauh tersesat,
pembenahan perlu segera dilakukan. Pembangunan peerlu dikembalikan
kepada prinsip dasar yang diamanatkan para founding fathers, yaitu
pembangunan yang bercirikan “nation and character building”, yang harus
menempatkan secara seimbang dan saling menunjang antara pembangunan
fisik dengan pembangunan nonfisik. Pembangunan seyogyanya diarahkan pada
upaya pembentukan “masyarakat yang berbudaya” suatu wujud masyarakat
yang terdiri dari dari para anggota masyarakat yang berbudaya, yaitu
manusia-manusia yang mengetahui, memahami, menghayati, dan pada
gilirannya diharapkan mengamalkan nilai-nilai budaya bangsa.
Hanya bentuk masyarakat berbudayalah yang akan memiliki
komponen-komponen masyarakat berbudaya dan senatiasa menempatkan
kepentingan diri dan komunitasnya dalam bingkai kepentingan bangsa serta
selalu memperhitungkan aspek etika dan moral dalam setiap gerak langkah
kehidupannya, baik dalam lingkup komunitasnya maupun dalam hubungan
kemasyarakatan yang lebih luas.
Pembangunan yang berorientasi pada angka-angka pertumbuhan yang
bersifat fisik semata, kecenderungannya amat kuat dalam membentuk
masyarakat materialistis, adalah ekses pembangunan yang harus dicegah.
Gejala semakin kuatnya pembentukan masyarakat yang merupakan kumpulan
dari “binatang-binatang bisnis” (business animals) harrus segera
dihentikan. Perwujudan Masyarakat Berbudaya harus dijadikan tujuan
pembangunan. Membangun masyarakat berbudaya tidaklah harus diartikan
bahwa pembangunan sektor kebudayaan perlu “dipanglimakan”. Masyarakat
Berbudaya akan terwujud apabila kebudayaan menjadi acuan dalam proses
pembangunan di setiap sektor.
Pembangunan berwawasan kebudayaan harus menjadi paradigma baru dalam
pelaksanaan pembangunan. Selain itu, figura dari salah satu lukisan yang
bernama pembangunan yang seluruh geraknya mengacu kepada figura yang
bernama kebudayaan itu. Politik dibangun dengan wawasan kebudayaan,
sehingga melahirkan politisi-politisi yang berbudaya, yang penalarannya
bersikap nasional, serta perilakunya senantiasa menjauhkan diri dari
sikap “tujuan menghalalkan cara”. Ekonomi dibangun dengan wawasan
kebudayaan akan melahirkan pelaku-pelaku usaha yang berbudaya, yang
penalaran, dan perilakunya senantiasa memperhitungkan kepentingan pelaku
bisnis lainnya, serta kepentingan rakyat pada umumnya.
Dalam konteks pembangunan, rakyat masih tetap emmosisikan dirinya
sebagai objek dan pemerintah (daerah) sebagai subjek. Prinsip dasar
otonomi daerah yang sejatinya, diniatlan unbtuk mengedepankan peran
masyarakat dan mengurangi peran pemerintah dalam berbagai aspek
kehidupan sama sekali tak terwujud. Otonomi daerah hanya menggeser
paradigma “kepentingan nasional” menjadi “kepentingan daerah” yang upaya
pencapaiannya kerapkali dilakukan secara jorjoran, sehingga tak jarang
menggelitik NKRI. Masih diperlukan waktu lama untuk menumbuhkan
pemahaman bahwa dalam pelaksanaan pembangunan, rakyat dan pemerintah
berposisi sama sebagai subjek. Kesadarannya mesti tumbuh dari kedua
belah pihak, aparatur pemerintah dan masyarakat.
Sejalan dengan itu, upaya untuk menerapkan pemahaman pembangunan
berwawasan kebudayaan pun, perlu dilakukan terhadap kedua belah pihak.
Kepada aparatur pemerintah daerah bisa dilakukan dalam diklat yang sudah
terselenggara secara sistemik. Kepada masyarakat dilakukan melalui
diskusi-diskusi, terutama melalui proses pendidikan di sekolah-sekolah
sejak tingkat dasar. Bagi Jawa Barat, tentu bisa dipahami jika
pendidikan kebudayaan di sekolah-sekolah itu akan sangat didominasi
kebudayan Sunda. Dalam penerapannya, pendidikan itu tidaklah bertujuan
agar anak didik berorientasi ke keagungan masa lalu dengan segala
“keluhungan” dan “kearifannya”, malinkan untuk menjadikannya sebagai
landasan untuk melesat ke masa depan.
Terhdap nilai-nilai budaya lama, baik yang bersdifat sastra maupun
adat istiadat yang kita p[ercayai mengandung keluhungan dan kearifan
pada zamannya, tentu perlu kita lakukan revitalisasi terlebih dahulu
sebelum diterapkan di masa kini. Mungkin dalam bentuk reinterpretasi dan
reorientasi, agar kita tidak salah menafsirkan serta
mengimplementasikannya dalam kehidupan keseharian. Kearifan “someah hade
ka semah”, misalnya, cenderung menjadi salah dalam penerapannya karena
kita tidak melakukan reintepretasi terlebih dahulu. Kita masih tetap
berkutat dengan interpretasi dalam konteks kearifan di masa lalu, yang
kontraproduktif dengan kepentingan masa kini dan masa depan…

sumber: http://klipingcliping.wordpress.com
http://www.bplhdjabar.go.id
http://www.bnpjabar.or.id
http://www.bapeda-jabar.go.id
:2good:


Last edited by darenas on 5th August 2010, 3:55 pm; edited 2 times in total

darenas
Experience Board Member
Experience Board Member

Posts : 167
Age : 23
Location : humbala humbala

View user profile

Back to top Go down

Re: all about JABAR KITA (visi&misi)

Post by darenas on 4th August 2010, 10:13 pm

PERATURAN FORUM


1. Dilarang melakukan spam atau junk posting
> Yang dimaksud spam atau junk posting adalah post yang tidak mempunyai kaitan apapun dengan topik bahasan.
2. Dilarang membuat judul thread yang tidak sesuai dengan isinya.
3. Dilarang dengan sengaja membuat atau memposting thread yang sama / thread duplikat.
4. Dilarang memposting hal yg melanggar privacy orang lain tanpa izin yang bersangkutan.
> Misalnya: Memposting No. HP dan email tanpa izin
5. Dilarang memposting hal - hal yang tidak etis / SARA.
6. Dilarang membuat thread baru dengan topik yg sudah pernah ada sebelumnya.
7. Dilarang memposting hal yang bersifat personal attack kepada seseorang.
Jika ingin memposting sesuatu yang anda copas / ingin repost, harus menyertakan sumbernya.
Kata dalam posting minimal terdiri atas 4 kata
8. Dalam peratutan ini, kata - kata seperti peraone dan perawan serta kata yang diambil dari Quote tidak dihitung.
9. Minimalkan penggunaan Quote pada posting yang mengandung image.
10.Dilaranag membuat thread perkenalan selain di kategori Perkenalan Member Baru
11. Dilarang membuat thread yang bersifat promosi untuk suatu produk selain di Forum Jual Beli


Bagi yang melanggar peraturan akan diberikan sanksi yang terdapat dibawah ini:
-Posting dihapus
-Diberikan Bad Reputation Point / Cabe oleh member lain atau moderator
-Diberikan Infraction oleh moderator
-Akun di-ban bertempo
-Akun di-ban permanen
-Alamat IP di-ban

darenas
Experience Board Member
Experience Board Member

Posts : 167
Age : 23
Location : humbala humbala

View user profile

Back to top Go down

Re: all about JABAR KITA (visi&misi)

Post by Bobo on 5th August 2010, 1:02 am

kenalkan, saya Bobo

asli dari Jawa Barat, tepatnya di Cirebon

semoga sukses lapaknya ya bro...

Bobo
Senior Member
Senior Member

Posts : 79
Location : Newbie di semua forum

View user profile

Back to top Go down

Re: all about JABAR KITA (visi&misi)

Post by BRULEH on 5th August 2010, 3:37 pm

ayo laksanakan visi misi jabar :cerutu:

BRULEH
Experience Board Member
Experience Board Member

Posts : 177
Age : 26
Location : "You've got to take the good with the bad, smile with the sad, love what you've got, and remember what you had. Always forgive, but never forget. Learn from mistakes, but never regret."

View user profile

Back to top Go down

Re: all about JABAR KITA (visi&misi)

Post by darenas on 5th August 2010, 3:39 pm

Bobo wrote:kenalkan, saya Bobo

asli dari Jawa Barat, tepatnya di Cirebon

semoga sukses lapaknya ya bro...
sip om, thanks ya!

BRULEH wrote:ayo laksanakan visi misi jabar :cerutu:
sip gan bruleh!

darenas
Experience Board Member
Experience Board Member

Posts : 167
Age : 23
Location : humbala humbala

View user profile

Back to top Go down

Re: all about JABAR KITA (visi&misi)

Post by BRUCI on 5th August 2010, 10:30 pm

ya kita harus bisa mencapai cita" jawabarat dengan melaksanakan visi dan misinya

BRUCI
Expert Member
Expert Member

Posts : 334
Age : 23
Location : Bandung

View user profile

Back to top Go down

Re: all about JABAR KITA (visi&misi)

Post by Bobo on 6th August 2010, 4:12 pm

BRUCI wrote:ya kita harus bisa mencapai cita" jawabarat dengan melaksanakan visi dan misinya

owh...kang Bruci teh ti jabar oge nyak ?

btw, kang Bruci teh masih sakola, kuliah atau tos damel ?

abdi mah tos kolot, cuma gayana wae siga budak ngora....ngerakeun nyak

Bobo
Senior Member
Senior Member

Posts : 79
Location : Newbie di semua forum

View user profile

Back to top Go down

Re: all about JABAR KITA (visi&misi)

Post by raul_aditama on 6th August 2010, 7:25 pm

@atas bae gaul :boong:

_________________

raul_aditama
advance Member
advance Member

Posts : 304
Age : 26
Location : Bandung

View user profile

Back to top Go down

Re: all about JABAR KITA (visi&misi)

Post by Sponsored content Today at 7:17 am


Sponsored content


Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum