Cara Tepat Menyampaikan Gagasan

View previous topic View next topic Go down

Cara Tepat Menyampaikan Gagasan

Post by dhiendra on 5th August 2010, 11:32 pm

Salah satu syarat penting majunya perusahaan adalah kemampuannya untuk beradaptasi dengan berbagai perubahan yang ada. Secara eksternal ataupun internal. Kemampuan beradaptasi tentu tak lepas dari yang namanya inovasi, dan inovasi tentu terkait dengan gagasan.

Jika Anda adalah karyawan di sebuah perusahaan, gagasan yang Anda miliki tentunya akan berperan untuk kemajuan karir Anda. Tapi, walaupun Anda memiliki ide yang cemerlang. Tetap saja itu butuh persetujuan dari
banyak pihak di internal persusahaan, utamanya atasan Anda.

Agar gagasan Anda dapat diterima dengan tepat, dikritik secara proporsional, dan disetujui, ada beberapa pertimbangan yang perlu Anda pikirkan. Memilih waktu yang tepat tak hanya dipakai untuk urusan menentukan tanggal pernikahan, tapi juga penyampaian gagasan. Jangan memilih hari-hari sibuk, misalnya dari Senin hingga Kamis. Karena pikiran orang yang akan menerima gagasan Anda pasti telah dipenuhi oleh sejumlah jadwal atau
agenda sehingga dia tak akan maksimal mendengarkan ide Anda. Pikirannya malah ke mana-mana, memikirkan janji bertemu relasi, menyelesaikan laporan, dan sebagainya.

Sebaiknya jadwalkan pertemuan dengannya di hari longgar, misalnya Jumat. Ketika sedang dalam kondisi rileks, dia akan lebih siap menerima ide baru.

Berikutnya adalah tempat yang tepat untuk menyampaikan ide tersebut. Hindari menyampaikan ide di tengah jalan saat bos dalam keadaan terburu-buru menghadiri rapat. Sampaikan ide dalam rapat atau kesempatan formal lain.

Sekedar info, 90 persen keputusan atasan menerima atau menolak ide didasarkan pada emosi dan dibenarkan oleh rasio. Kalau perasaannya mengatakan suka,terkadang dia hanya butuh pembenaran untuk menerima ide tersebut.

Agar dia tertarik pada gagasan Anda, utarakan lebih dulu kelebihan dan keuntungan ide itu. Buatlah emosinya terlibat. Anda bisa mulai dengan sesuatu yang dekat dengannya. Misal, bila dia dekat dengan dunia teknologi, mulailah dari sana. Setelah dia tertarik, Anda bisa berikan alasan rasional tentang ide itu. Untuk itu, Anda dapat mengemukakan sejumlah data ilmiah dan hasil survei yang dapat mendukung gagasan Anda.

Biarpun ide itu datang dari Anda, pendapat dari atasan perlu juga dipertimbangkan. Begitu Anda menyampaikan ide, tanyakan pendapatnya. Dengan begitu, atasan juga merasa dihargai karena pendapatnya Anda anggap penting.

Jangan lupa untuk sedikit menyanjungnya, misalnya dengan mengatakan ide Anda tidak ada artinya tanpa dukungan si bos. Anggap saja sebagai pelicin agar ide diterima. Jangan khawatir dianggap penjilat. Kalau takaran pujian Anda pas dan wajar, Anda aman dari tudingan itu. Serahkan pada atasan.

Setelah Anda mengutarakan ide pada atasan, beri kesempatan padanya untuk memikirkan ide tersebut. Biarkan dirinya menilai ide Anda. Karena membiarkan orang lain menilai pendapat Anda menunjukkan Anda seorang yang reasonable. Selain itu juga menunjukkan Anda pintar menghargai orang lain. Menunggu Hasil Apabila semua langkah di atas sudah Anda terapkan, berikutnya tinggal menunggu hasil. Jangan terlalu memikirkan hasilnya.

Yang penting, Anda telah berani mengungkapkan suatu ide. Kalaupun ide ditolak, Anda masih punya kesempatan untuk menyampaikan ide itu lagi di lain kesempatan. Terkadang ide yang ditolak hari ini tak berarti selamanya begitu.

Mungkin saja ide Anda dianggap belum perlu direalisasikan saat ini. Siapa tahu hari berikutnya kala dianggap waktunya tepat, Anda dipanggil untuk menyampaikan ide itu sekali lagi. Jadi pintu tidak benar-benar tertutup.

dhiendra
Member
Member

Posts : 25

View user profile

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum